Fr: Adamkeren / Averoes
Rozi agaknya sedang berduka. Seorang kawan dekatku ini sedang bersedih. Agaknya begitu menurut dugaanku.
Baru saja aku menerima sms dari sahabatku yang lain, Farid, isinya:
inalillahi wa inna ilaihi rojiuun telah berpulang ke rahmatullah ayahanda dari teman kita Rozi Kurnia pada hari ini 10/08 bla bla bla.. semoga amal kebaikannya bla bla bla...
Buat Rozi, semoga dirimu diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi kenyataan ini. Aku tau, berat memang, tapi yakinlah segalanya akan baik-baik saja. Aku bisa paham rasa sedihnya karena aku pernah mengalami hal yang serupa, ditinggal oleh orang yang menyayangi dan membesarkan kita. Kondisinya hampir mirip, dulu juga eyang kakungku meninggal setelah aku baru saja merasakan kegembiraan wisuda sarjana. Sehari setelah menghadiri wisuda sarjanaku, eyang kembali ke Jakarta. Esoknya, begitu tiba di Jakarta, eyang terkena serangan jantung. Setelah dirawat dua minggu di rumah sakit eyang akhirnya meninggal. Sedih. Sedih banget.
Dua bulan setelah eyang meninggal, aku mulai bekerja. Yang aku sesali, pada saat syukuran gaji pertamaku, eyang kakung -yang sudah membesarkan aku sejak kecil, yang selalu aku kagumi wibawanya, yang mengajarkan aku falsafah hidup, yang membentuk karakterku, yang mendidik dan mengajarkan aku tentang nilai-nilai moral, baik dan buruk, benar dan salah, eyang yang selalu sabar dan tak pernah memarahiku,...- ternyata sudah tidak ada menyaksikan langkah pertamaku di dunia karir....
Jadi malah ngelantur, curhat sendiri, huehehe... sori, Zi...
Intinya, semoga lo bisa mengambil hikmah dari kehilangan ini, fren...
Semoga lo tabah, tetap tawakal, dan sabar menghadapi kehilangan ini. Tetap berdoa!
Salaam
Minggu, 10 Agustus 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
